Adik Tercinta Dipaksa Menikah Dengan Pria Tua Yang Korup Itsukaichi Mei - Indo18

Suatu malam, saat Tanaka sedang dalam perjalanan bisnis ke luar negeri, Mei menerima kunjungan rahasia dari seorang jurnalis investigatif bernama Sora, mantan teman kuliahnya.

"Mei, aku tahu semuanya," kata Sora dengan mata berkaca-kaca. "Kakakmu sadar dan dia memintaku menyelamatkanmu. Kami punya bukti keterlibatan Tanaka dalam kecelakaan Ren."

Mei menangis tersedu-sedu. "Tapi... aku sudah terlanjur terlibat. Aku ikut menandatangani dokumen palsu."

"Kamu korban, Mei. Bukan pelaku. Dan ada jalan keluar. Tapi kamu harus berani." Suatu malam, saat Tanaka sedang dalam perjalanan bisnis

Mei mengambil keputusan besar. Diam-diam, ia menyalin semua dokumen keuangan tersembunyi Tanaka, merekam percakapan teleponnya, dan mengirimkannya ke Sora. Tindakan ini sangat berbahaya—jika Tanaka tahu, nyawa Mei dan keluarganya terancam.

Tiga minggu kemudian, tepat saat Tanaka merayakan ulang tahunnya yang ke-59 di hotel mewah, tim KPK dan polisi menggerebek acara tersebut. Tanaka ditangkap dengan bukti yang cukup. Mei, yang berdiri di sampingnya dengan gaun biru pucat, akhirnya melepas kalung mutiara pemberian Tanaka dan menyerahkannya sebagai barang bukti.

Saat Tanaka digiring ke mobil tahanan, ia berteriak, "Pengkhianat!" Kami punya bukti keterlibatan Tanaka dalam kecelakaan Ren

Mei hanya menjawab pelan, "Aku bukan pengkhianat. Aku hanya tidak mau lagi menjadi budak."

Malam pertama pernikahan tiba. Mei menggigil di kamar pengantin yang dingin dan remang-remang. Tanaka masuk dengan langkah lambat, napasnya terdengar berat karena usia dan kebiasaan merokok.

"Jangan takut, sayang," ujarnya, suarara serak. "Kamu akan terbiasa." Aku ikut menandatangani dokumen palsu

Mei mundur hingga punggungnya menyentuh dinding. "Tolong... jangan sentuh aku."

Tanaka tertawa kecil, lalu mengeluarkan sebuah map tebal dari balik jaketnya. "Kamu tahu ini apa? Ini bukti penggelapan pajak ayahmu. Juga rekaman kakakmu menerima suap saat dia masih menjadi pegawai negeri. Jika kamu melawan, mereka berdua akan masuk penjara."

Mei membeku. Dunianya runtuh. Tanaka mendekat, tangannya yang keriput dan dingin menyentuh pipinya.

"Menangislah malam ini," bisik Tanaka. "Tapi mulai besok, kamu harus tersenyum di depan publik. Kalau tidak, kakakmu akan kehilangan oksigen di rumah sakit."