Penelitian ini bertujuan untuk:
Pascol Indo18 adalah komunitas yang menilai konten tidak hanya dari segi humor, tetapi juga dari nilai “kekinian”, kreativitas, dan keterlibatan emosional. Berikut faktor‑faktor yang menjadikan Tante Princess idola mereka: Penelitian ini bertujuan untuk:
| Tahap | Kegiatan | Instrumen |
|-------|----------|-----------|
| Pengumpulan Data | - Scraping video, caption, dan komentar dari channel Princesssbbwpku (YouTube, TikTok, Instagram).
- Mengunduh thread diskusi di forum Pascol Indo18 (Discord, Reddit, Kaskus). | API platform, web‑scraper (Python‑BeautifulSoup). |
| Analisis Konten | - Koding tematik (mis‑1: humor, mis‑2: gender, mis‑3: status sosial).
- Analisis semiotik visual (warna, kostum, properti ojol). | NVivo, Atlas.ti. |
| Wawancara | 8 anggota aktif Pascol Indo18 (3 pria, 5 wanita) via Zoom. | Pedoman wawancara semi‑terstruktur. |
| Triangulasi | Menggabungkan hasil koding, observasi visual, dan wawancara untuk validitas tematik. | – | Pascol Indo18 adalah komunitas yang menilai konten tidak
Pengaruh pada Tren Fashion “Ride‑Ready” Pengaruh pada Tren Fashion “Ride‑Ready”
Penguatan Komunitas Pascol
Penelitian ini mengkaji fenomena prank daring yang melibatkan sosok “Ojol Tante” dan pengguna media sosial dengan nama alias Princesssbbwpku dalam konteks komunitas Pascol Indo18. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi postingan, komentar, serta wawancara singkat dengan anggota komunitas. Hasil menunjukkan bahwa prank tersebut berperan sebagai mekanisme hiburan sekaligus sarana pembentukan identitas kolektif yang menegaskan nilai “layak jadi idaman” bagi para partisipan. Analisis budaya ini menyoroti interaksi antara tradisi lisan (prank), teknologi ride‑hailing (ojol), serta dinamika gender dan status sosial di kalangan milenial Indonesia.